Bukan Sekedar Sibuk

Kisah nyata ini terjadi di sebuah kota besar di Amerika Serikat. Seorang pengemudi mengendarai mobilnya masuk kesebuah “Full Service Station” untuk mengisi bensin dan servis kecil. Seketika itu juga tiga orang karyawan keluar menyambut dan melayani pengemudi mobil itu. Karyawan pertama membersihkan kaca mobil, karyawan kedua memeriksa mesin, dan karyawan ketiga memeriksa ban. Ketika pekerjaan mereka sudah selesai, pengemudi tersebut segera membayar jasa servis mereka sekaligus 45 liter bensin yang ia pesan, kemudian pergi meninggalkan tempat itu.

Tiga menit kemudian pengemudi tersebut kembali. Sekali lagi ketiga karyawan itu keluar menyambutnya. “saya merasa malu untuk menanyakan hal ini”, kata pengemudi mobil itu, “tetapi apakah salah satu dari Anda sudah mengisi bensin kemobil saya tadi?”. Ketiga karyawan tersebut melihat satu sama lain dan menggelengkan kepala. Ternyata karena terlalu tergesa-gesa, mereka lupa untuk mengisi bensin kemobil tersebut.

Saking sibuknya malah yang penting jadi terlupakan. Pernah mengalami hal serupa? Karena banyak yang diurus, justru pekerjaan yang paling pentinglah yang diabaikan.

Kisah ini mengingatkan kita untuk membuat prioritas dengan lebih baik. Bahkan jangan pernah berpikir bahwa sibuk pasti lebih baik ketimbang tidak berbuat apa-apa. Terkadang melakukan sedikit pekerjaan namun focus, ini jauh lebih berharga dari pada sibuk tapi tidak menyelesaikan apa-apa.

“THE DIFFERENCE BETWEEN BEING BUSY AND BEING PRODUCTIVE IS RESULT”-Jill Koenig

Sumber :99 Hari Melesatkan Karier