Mengutarakan Ide

Suatu ketika terjadi perbincangan antara Charles Schwab, direktur Batlehem Steel dan Tn. Ivy Lee, seorang konsultan manajemen. “Tn. Lee, kalau anda bisa menunjukan kepada kami cara untuk menyelesaikan lebih banyak hal, saya dengan senang hati akan mendengarkan. Dan kalau itu berhasil, saya akan membayar anda berapapun yang anda minta.” Lee menyodori Schwab selembar kertas kosong dan berkata, “ Tulislah hal-hal terpenting yang harus anda lakukan besok.” Direktur itu melakukannya. “sekarang beri nomor sesuai urutan terpenting.” Schwab mengerjakannya. “Besokpagi, kerjakan mulai dari nomor 1 hingga selesai. Jangan khawatir jika anda kekurangan waktu mengerjakannya, setidaknya anda telah menyelesaikan proyek-proyek yang benar-benar penting. Lakukan hal itu setiap hari. Jika nasehat ini berguna, kirimlah cek berarapun yang anda pikir sesuai dengan gagasan ini.” Beberapa minggu kemudian Schawab mengirimi Tn. Lee cek sebesar $25.000, jumlah yang luar biasa pada tahun 1930-an.

Ketika Ivy Lee mengajukan gagasan kepada direktur Batlehem Steel, perusahaan tersebut menunjukan kemajuan pesat dari sebelumnya. Bahkan ia sendiri mendapat keuntungan besar dari tindakannya tersebut. Kebanyakan orang kadang ragu saat hendak mengajukan ide kepada perusahaan atau pimpinan. Mereka takut ide itu terlihat konyol bahkan khawatir malah tampak sederhanasaja, tidak spektakuler, tidak terdengar wow.

Padahal bila gagasan tersebut disampaikan, mungkin akan menghasilkan perbedaan entah bagi orang lain atau pun bagi diri sendiri. Mari, jangan tahan ide-ide brilian kita, jangan enggan menyuarakansebuah gagasan baru. Utarakanlah sekecil apapunitu, atau sesimple bagaimana pun kelihatannya. Jika anda dan saya berani, bisa jadi orang akan tercengang dengan dampak dari ide tersebut.

“BERTINDAKLAH DENGAN BERANI DAN KEKUATAN TERPENDAM AKAN DATANG MEMBANTUMU”-Bryan Tracy

Sumber :99 Hari Melesatkan Karier